Share It

Selasa, 03 Januari 2012

Mengatasi anak malas


Orang tua sering marah jika anaknya malas.Padahal dalam banyak kasus,memarahi anak yang anak yang malas tidak membuat berubah menjadi bersemangat. Malas yang dimaksud disini adalah malas dalam arti umum. Misalnya, malas mand, malas melakukan segala sesuatu ; namun dalam usia sekolah , mlas yang terjadi pada anak yang di maksudkan di sini adalah terutama malas dalam belajar.
                Untuk mengatasi anak yang pemalas, orang tua perlu mengetahui penyebab aaanak menjadi malas. Beberapa faktor yang menyebabkan anak menjadi malas adlah sebagai berikut:
1.       Mendapatkan Tugas yang Banyak
Anak yang telalu banyak mendapatkan tugas dari sekolah akan merasakan beban yang terlalu berat.  Apa lagi sebagian besar dari tugas-ugas tersebut tidak dipahami dengan baik sang anak. Akhirnya anak menjadi malas untuk mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk tersebut.
Bagi beberapa anak yang memiliki pemahaman yang baik terhadap pelajaran yang di Prkan, tentu akan dikerjakan dengan senag hati. Namun, bagi beberapa anak yang tidak bisa memahami, sungguh hal ini adalah perkara yang berat sekali. Bila hampir semua guru pelajaran sekolah memberikan PR, maka mereka sudah merasa malas dalam mengerjakannya; bahkan hanya memandang dengan tatapan kosongterhadap buku-bukunya. Tidak lama setelah itu, malah beberapa kali menguap pertanda sangat mengantuk akit beban berat yang dirasakan
Unrtuk mengatasi anak yang malas karna mendapatkan tugas terlalu banyak dari sekolah, orang tua dapa menunjukan bahkan dengan senag hati menemani anaknya dalam mengerjakan tugas. Dengan begitu anak tidak merasa sendirian dan merasa dirinya diperhatikan oleh orang tuanya

2.       Terlalu Dimanja
Terlalu dimanja oleh orang tua juga menyebabkan sang anak menjadi pemalas. Ia menjadi pemalas karena tidak pernah terlatih untuk mengerjakan segala sesuatu sendiri. Segala segala sesuatunya telah dipersiapkan oleh orang tuanya.
Disamping akan menjadi pemalas, anak yang terlalu dimanjakan akan menjadi anak yang tidak mempunyai kreatifitas, perasaanya menjadi tumpul, tidak bisa membangun empati, simpati dan toleransi kepada orang lain sehingga akan menjadi anak yang tidak mempunyai  kepedulian terhadap lingkungan.
Untuk mengatasi anak yang malas akibat terlalu dimanja, sudah tentu orang tua harus memberikan kepercayaan kepada anaknya untuk melakukan beberapa pekerjaan yang memang sudan sejarnya dilakukan oleh anak seusianya. Dengan demikian, sedikit demi sedikit orang tua juga mengurangi sifatnya yang terlalu memanjakan anaknya. Satu hal peting yang harus dipahami adalah tidak memanjakan anak bukan berarti tidak sayang kepada anaknya. Rasa sayang orang tua kepada anaknya diwujudkan dngan cara mendampingi anak menuju masa kedewasaan.

3.       Dididik Dengan Keras dan Kaku
Dididik dengan keras dan kaku juga menyebabkan anak menjadi malas. Sungguh, cara  mendidik yang seperti ini tidak tepat dalam membangun perkembang jiwa anak yang merdeka. Apa lagi dalam pendidikan yang otoriter semacam ini tak lepasdari segala hal yang bersifat hukuman dan ancaman cara seperti ini sama sekali tidak mencerdaskan otak anak justru menjadi tumpul sehingga ia menjadi malas.
Beberapa orang tua yang suka cara mendidik anak dengan keras dan kaku sering beralasan demi menegakkan kedisiplinan. Padahal, kedisiplinan terbaik hanya bisa ditegakkan dengan subuah kesadaran akan pentingnya sesuatu hal; bukan dengan paksaan. Disinilah pentinngnya bagi setiap orang tua untuk bisa membangun kesadaran dalam diri anak-anaknya. Sedangakan cara efektif untuk membangun kesadaran adalah dengan dialog dan dengan hati yang ringan. Dengan demikian, anka akan senag dalam melakukan sesuatu dan jauh dari sifat malas.

4.       Tidak Ada Perhatian Dari Orang Tua
Perhatian dari orang tua sangat besar pengaruhnya dalam membentuk anak akan menjadi aktif atau sebaliknaya, menjadi anak pemalas. Dalam beberapa kejadian anak menjadi malas karena orang tuanyatidak membberikan perhatian. Misalnya, pada hari pertama sekolah anaknya, orang tidak mengantar  saat pulang sekolah pun orangnya tidak bertanya tentang bagaimana ia di sekolah. Padahal bagi sang anak memasuki dunia baru di sekolah adalah hal yang luar biasa. Ketika anakterlebih dahulu ditanya tentang pengalamannay, hal ini merupakan bentuk perhatian yang besar baginya.
Oleh karena itu, apabila anak tampak malas dalam mengerjakan segala sesuatu, termasuk malas berangkat ke sekolah, orang tua perlu mencari penyebabnya. Salah satunya bisa jadI karena orang tua  kurang atau bahkan tidak memberikan perhatian kepada anaknya.

5.       Tidak didik Belajar Aktif.
Dlam belajar di sekolah, kita mengenal Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Bila hal ini benar-benar dipraktekan , maka siswaakan jauh dari sifat malas. Akan tetapi jika yang terjadi sebaliknya, yakni metode belajar yang hanya mengacu kepada membaca dan menulis buku, siswa diperlukan secara pasif dalam menerima pelajaran, tidak ada kreatifitas yang membuat anak terpancing untuk kreati, maka anakpun akan menjadi malas.
                Demikian pula denag cara belajar ketika berada di rumah. Orang tua tidak bisa mempercayakan sepenuhnya pada pendidikan di sekolah begitu saja tanpa mengontrol belajarnya ketika dirumah. Dalam hal ini orang tua perlu bertanya tentang jadwal sekolah pada keesokan harinya, sudah beljar atau belum, ada pekerjaan rumah atau tiadak dan mendampingi anaknya ketika belajar. Apabila anak mengalami kesulitan mengerjakan tugas dari sekolah, orang tua tidak seta merta mengambil alih untuk mengerjakan tetapi membantu anaknya dalam hal bagaimana ia bisa menyelesaikan pekerjaannya. Dengan demikian anak akan tetap teliahat aktif dalam belajar.
  •  Azzet.A Muhaimin. 2010. Buku pintar Mengatasi Anak Nakal. Jogjakarta . katahati


itulah sekilas tentang cara-cara mengatasi anak nakal, mudahan bisa bermanfaat bagi yang membacanya. terimakasihhh...............

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar